Tenun ikat ini dibuat dengan cara yang masih tradisional tidak menggunakan mesin dan di produksi oleh para pengrajin langsung. Pengrajin membutuhkan waktu yang lama untuk membuat kain tenun seperti ini dan juga melalui proses yang sangat rumit pastinya.
Motif Ulap Doyo merupakan tenun dari suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Samarinda, Kalimantan Timur. Motif Ulap Doyo kenapa disebut Doyo? karena bahan utamanya adalah serat daun Doyo lalu serat tersebut dijadikan benang karena seratnya yang kuat, daun ini berasal dari tanaman sejenis pandan yang berserat kuat dan tumbuh secara liar.
Dalam motif Ulap Doyo terinspirasi dari flora dan fauna yang ada di tepian sungai Mahakam atau tema peperangan antara naga dengan manusia. Motif yang terdapat pada kain ini memiliki ciri khas tersendiri bagi identitas si pemakai.
warna tenun ikat dominan dengan warna coklat jadi cocok buat wanita maupun pria.
Biasanya kain tenun seperti ini cocok digunakan untuk bahan baju dan gamis juga bisa atau dengan di padupadankan dengan bahan lainnya sesuai selera.
Ukurannya 120 cm x 254 cm














