Kain Tenun CSM merupakan tenun yang ramai di pasaran belakangan ini. Selain csm, kain tenun sendiri memiliki banyak ragam dan jenisnya, seperti double ikat 3D, blanket, songket, prada, dll. Semakin berkembangnya zaman modern, jenis nya tidak hanya tenun tradisional yang sudah ada sejak dulu. Tetapi seiring kreativitas para penenun semakin banyak, muncul banyak jenis jenis tenun di zaman sekarang. Sebuah kain itu bukan hanya sekedar bahan, tapi juga statement fashion yang akan membuat penampilan kalian semakin stylish, jika mengetahui cara design dan penempatannya. Salah satunya di toko tenun ini, selain jual kain tenun, ada banyak perintilan perintilan lain dari tenun yang dapat menunjang penampilan kalian.
Contohnya kain CSM ini (Cotton Combed Soft Touch). Terbuat dari benang pakan yang ditenun dengan sepenuh hati. Walaupun hasil akhir dari kain csm ini seperti dari mesin/print, tetapi proses pembuatan nya full menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Dan di setiap, pack benang yang terpakai dalam pembuatan csm, hanya menghasilkan sepuluh lembar kain. Tidak seperti kain tenun blanket yang bisa menghasilkan sampai 100 lembar kain.
Dalam pembuatan corak nya, kain csm ini menggunakan teknik mengikat benang pakan satu per satu. Hampir mirip dalam pembuatan tenun ikat lungsi atau blanket, sedangkan yang membedakan ada pada letak corak motif yang terdapat pada benang yang tersusun secara horizontal pada alat tenun. Ada beberapa yang memakai pewarna alami, dan ada juga yang menggunakan pewarna tekstil.
Tenun Ikat Pakan berbeda dengan tenun ikat lungsi. Perbedaan yang tampak, kalau csm ujung kain halus tak berumbai, sedangkan blanket atau ikat lungsi memiliki rumbai di ujungnya. Oleh karena itu, harga tenun ikat pakan sedikit lebih tinggi daripada tenun ikat lungsi. Lalu, jika csm menggunakan benang pakan, sedangkan blanket memakai benang lungsi. Proses tenun ikat lungsi menggunakan tali rafia mengikuti motif yang sudah tergambar terlebih dahulu. Pengikatan memiliki tujuan agar bagian yang tidak terikat menyerap bahan pewarna. Ketika ikatannya dilepas, akan tampak motif dengan latar berwarna. Setelah semua proses selesai, benang lungsi diatur pada alat tenun dan benang pakan polos ditenunkan padanya. Perbedaan spesifik yang mencolok lainnya adalah, ukuran csm sedikit lebih pendek daripada blanket. Berkisar 225 x 110 cm per potong. Tetapi kelebihan lainnya adalah tenun csm banyak yang menyediakan gulungan meter. Jadi memudahkan pelanggan untuk membeli sesuai keinginan, tidak harus berpatok pada potongan seperti tenun blanket.
Dari dulu tenun sudah terkenal akan keindahan nya yang memikat. Aapalagi sekarang variasi dari kain tenun semakin banyak, salah satunya csm ini. Tidak hanya melestarikan budaya lokal, tenun csm juga bisa menjadi produk yang bisa melengkapi kebutuhan manusia. Seperti untuk baju, rok, celana, setelan, atau hiasan rumah, dan masih banyak lagi. Bukan hanya itu saja, peminat dari tenun csm juga melingkupi negara negara luar. Terbukti bahwa csm ternyata menjadi wastra yang mewakili keragaman budaya yang ada di Nusantara. Kepopuleran tenun juga sudah setara dengan batik, walau di awal batik jauh lebih familiar di telinga orang. Namun, berkat berkembangnya variasi dari tenun yang beragam, mampu membuat kedudukan nya menyusul batik. Maka dari itu, kita sebagai warga lokal juga harus selalu mendukung produk dalam negeri agar tidak tergerus oleh zaman.