Categories: Kain Tenun

Kain Tenun Pamiring Eksklusif Dengan Benang Emas

Kain Tenun Pamiring hadir dalam variasi yang berbeda, dibalut benang emas di semua sisi membuat tampilan tenun pamiring ini seperti bintik bintik hujan emas yang bertebaran pada selembar kain. Apa perbedaan nya dengan tenun ikat lainnya? Kalau tenun pamiring berasal dari Toraja dan tergolong simple pembuatan dan motifnya.

Secara bahasa, pamiring memiliki artian motif geometris yang memiliki pola garis-garing menyilang, sejajar, atau berlawanan arah. Yang berada di pinggiran atau di ujung kain tenun. Sedangkan untuk bagian sisi kain tenun lainnya hanya tenun polosan saja. Tetapi baru baru ini, di Desa Troso menggabungkan motif khas daerah yaitu hujan gerimis. Menjadi satu dengan tumpal pada tenun pamiring, sehingga gabungan motif tersebut menjadi satu kesatuan yang indah. Banyak toko tenun yang menjual kain tenun pamiring, baik yang motif tumpal toraja sendiri atau motif khas daerah lain.

Seperti baron bulu yang memiliki motif bulu yang menonjol, tenun pamiring juga menonjolkan nuansa tenun melalui tumpal yang terbalut di dalamnya. Meski berada di pinggiran dan relatif sedikit, justru tumpal pada pamiring menjadi elemen yang tidak boleh ketinggalan saat pembuatannya.

Tenun Pamiring Pabintik Benang Emas

Nah, dari banyaknya jenis tenun pamiring yang beredar, pamiring pabintik menjadi satu satunya yang dilapisi dengan benang emas. Sehingga terkesan mewah dan berkilauan saat berada di bawah sinar matahari atau lampu. Tumpal pada pabintik juga menggunakan tumpal motif kenari yang khas untuk menambah keindahan kain. Dan melalui proses bordir, sehingga tampak seperti songket yang timbul. Motifnya mengadopsi dari bintik-bintik hujan yang berjatuhan, membuat tenun ini dinamakan pamiring pabintik. Bahan utama dari tenun ini sama seperti tenun lain, yaitu benang katun pilihan dengan proses manual atau handmade. Serta tidak semua pengrajin tenun sanggup membuat pamiring jenis ini, karena butuh ketelitian khusus untuk pembuatan pada pabintik nya. Kelebihan lain dari tenun pamiring ialah panjang nya lebih daripada tenun yang lainnya. Memiliki panjang mencapai 3 meter dan lebar 117 cm per potongnya. Jadi, cocok sekali untuk one set atau couple an bersama pasangan atau kerabat.

Tips Perawatan Tenun Pamiring Pabintik

Sama dengan tenun yang lain, tenun pamiring juga harus dirawat khusus agar serat kain tidak mudah susut atau rusak. Berikut beberapa tips perawatan yang bisa kalian terapkan pada tenun pamiring:

  1. Pencucian = Jangan sekali kali mencuci dengan mesin cuci, karena dapat menyebabkan si benang emas atau perak rusak atau brodol. Sebaiknya, menggunakan cuci manual atau dengan tangan agar keawetan tenun pamiring tetap terjaga dan awet. Pilih deterjen halus atau deterjen cair dan kucek secara perlahan lalu rendam beberapa menit saja.
  2. Penjemuran = Jemur di tempat yang teduh karena bahan tenun adalah salah satu bahan yang mudah kering. Hindari penempatan di bawah terik matahari secara langsung, untuk menghindari pelunturan warna pada pamiring pabintik.
  3. Penyetrikaan = Saat menyetrika, lapisi bagian panas pada setrika dengan ironing sheet atau alumunium foil supaya terhindar dari lengket. Atau pilih setrika yang anti lengket untuk memaksimalkan kerapiannya. Sebab, detail benang emas rawan untuk menempel dan lengket pada setrika yang panas.
  4. Penyimpanan = Simpan di tempat dengan suhu yang kering agar terhindar dari jamur yang bisa saja mengendap pada kain. Lalu, jangan terlalu banyak lipatan atau penumpukan pada tenun supaya tampilan nya tetap rapi dan motif tetap terlihat.