Pernahkah Anda mendapat soal untuk sebutkan motif atau gambar dari tenunan Rote Ndao? Bila Anda kesulitan menyebutkan, ada baiknya menyimak cacatan kecil di bawah ini.

Kain Rote Ndao biasanya dalam bentuk selimut untuk digunakan laki-laki dan sarung untuk perempuan. Proses pembuatan kain tenun di Rote Ndao yang termasuk daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bisa berbulan bulan bahkan ada yang memakan waktu hingga 1 tahun.
Menurut sejarah, fungsi kain tenun bagi masyarakat Pulau Rote Ndao adalah untuk upacara adat. Selain itu, peggunaannya juga sebagai upeti. Sementara untuk pakaian sehari-hari, mereka mengenakan kaloro, atau bahkan tidak berpakaian.
Awalnya, tenun Rote Ndao hanya berupa kain polos tanpa motif. Berikutnya pada periode tahun 1940-an pengrajin tenun di sana membuat motif pada kain tenunan. Umumnya, motif yang mereka buat tersebut terinspirasi dari mata pencaharian dan kepercayaan agama masyarakat setempat.

Motif Tenun Rote Ndao
Berikut 10 motif dan gambar tenunan Rote Ndao beserta maknanya yang terkenal:
- Motif Lafa Langgak. Merupakan ciri khas seluruh tenun Rote yang berupa kepala selimut yang berupa lambang kombinasi dari lilin dan salib. Makna yang berhubungan dengan kepercayaan agama yang populer pada masyarakat lokal.
- Motif Henak Anan. Bermakna anak pandan
- Motif Lamak Nen. Merupakan corak bentuk anak belalang, hewan yang banyak berkeliaran di sekitar tempat berladang.
- Motif Ngganggu Dok. Menggambarkan daun kangkung dan daun daun kecil lain yang biasanya menjadi makanan belalang.
- Motif Hua Ana Langi. Motif raja yang spesial karena menjadi keramat. Corak hua ana langi tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Bila ada rakyat biasa ketahuan mengenakan motif raja, maka kain tenun tersebut akan terjadi pemusnahan saat itu juga.Cara memusnahkannya dengan memotong potong kecil lalu membakarnya.
- Motif Roa`ju atau Su`u Dok. Berupa motif daun-daun besar yang dalam bahasa Ndao disebut roa`ju, sedangkan dalam bahasa Ba`a adalah su`u dok.
- Motif Pending. Motif ini terinspirasi dari bentuk pending yakni ikat pinggang tradisional Rote.
- Motif Hua Ana Langi. Motif yang mempunyai makna ikan Garagahing.
- Motif Mada Karoko. Berupa gambar duri laut atau tek.
- Motif Su’u Dok. Motif yang berasal dari bentuk daun sukun. Sekadar info, sukun adalah makanan rakyat Ba’a ketika zaman perang melawan penjajah.

Demikian penjelasan sekilas agar kita mendapat sedikit gambaran bila mendapat pertanyaan sebutkan motif atau gambar dari tenunan Rote Ndao. Anda dapat menjawabnya bukan?

———–
Sumber tulisan dan foto :
- http://ataupahfamzz.blogspot.com
- https://kamurotendao.wordpress.com



