Tenun ikat lungsi adalah kain tenun yang cara membuat motifnya dengan teknik mengikat benang lungsi. Kata lungsi terkadang disebut dengan istilah lusi atau lungsen. Cara membuat tenun dengan memberi motif pada benang lungsi, seperti itu pengertian singkatnya.

Sebagaimana diketahui bersama, benang lungsi merupakan bagian yang letaknya sejajar dengan posisi penenun saat proses menenun dilakukan. Dengan kata lain, benang lungsi terletak vertikal yang selanjutnya ditemukan dengan benang horizontal yakni benang pakan saat proses menenun dikerjakan.

Pada teknik ikat lungsi, benang pakan berwujud benang polos satu warna. Sedangkan benang lungsi sudah mempunyai corak yang dibuat sebelum dipasang di alat tenun.

Sebelum ditenun, benang lungsi diikat sesuai pola lalu dicelupkan ke dalam cairan pewarna. Semua bagian benang akan berubah warna kecuali bagian yang diikat tali. Bagian benang lungsi yang terikat tali itu tidak tersentuh pewarna sehingga saat ikatan tali dibuka, warnanya tidak berubah. Perpaduan bagian benang yang terkena celupan pewarna dan tidak terkena celupan inilah yang membentuk pola motif setelah benang ditenun.

Persebaran tenun ikat lungsi salah satunya di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain NTT, tenun ikat lungsi berasal dari daerah  Desa Troso Jepara, Sintang Suku Dayak Kalimantan, Tanimbar Maluku dan lain lain.

Sedangkan daerah yang tidak menggunakan tenun ikat lungsi biasanya menggunakan cara membuat tenun dengan teknik lain seperti tenun ikat pakan. Cara membuat tenun ikat pakan hampir sama sebenarnya. Beda teknik ikat lungsi dengan tenun ikat pakan hanya terletak pada benang yang diberi motif, apakah benang lungsi atau benang pakan.

Jelaskan yang dimaksud dengan tenun ikat lungsi? Langsung saja yuk lihat produk hasil kain tenun ikat lungsi yang di jual di tokotenun.com