Tenun Sumba merupakan produk kerajinan tekstil yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Motif tenun Sumba yang terkenal di dunia wastra Indonesia, berasal dari daerah NTT yaitu Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya.

Perbedaan mencolok di antara kedua daerah itu terletak pada motif atau corak yang khas. Kain tenun Sumba Barat secara umum mempunyai motif statis dan sederhana.

Misalnya corak berbentuk geometris, garis-garis, anting-anting, dan bunga serta tumbuhan.

Sedangkan Tenun Sumba Timur lebih kental dengan gambar makhluk hidup yang dinamis seperti kuda, rusa, singa, burung, ikan, dan tengkrorak.

Sebenarnya masih ada lagi daerah yang menghasilkan motif Sumba yaitu Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah. Keberadaannya juga mulai dikenal seiring popularitas motif Sumba Timur dan Sumba Barat.

Semoga kedepan, tenun Sumba itu juga mengalami kenaikan popularitas seperti tetangga daerahnya. Doakan ya…

Tenun Sumba yang Terkenal

Nama Tenun Sumba yang Terkenal

Tenun Sumba berasal dari daerah Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya. Berikut nama kain tenun Sumba yang terkenal :

  1. Tenun Pahikung
  2. Tenun Kaliuda
  3. Tenun Rende
  4. Tenun Patawang
  5. Tenun Warinding
  6. Tenun Kapunduk
  7. Tenun Palindi
  8. Tenun Kanatang
  9. Tenun Kambera
  10. Tenun Kodi
  11. Tenun Lamboya
  12. Tenun Anakalang

Motif dan Makna Filosofi Tenun Sumba

Bagi warga Sumba NTT yang terkenal dengan filosofi makna, kuda merupakan simbol kepemimpinan. Saat berjalan bergerombol, satu kuda jantan memimpin 10 kuda betina.

Maka, kepemimpinan diibaratkan dengan kuda.

Sedangkan ayam menjadi simbol motif tenun Sumba yang terkenal karena perilaku ayam yang selalu berjalan di depan, menjadi teladan bagi anak-anaknya.

Selain itu, motif burung kakatua melambangkan persatuan. Warga Sumba melihat perilaku burung Kakaktua yang terbang bersama-sama sebagai hal yang patut ditiru.

Corak tenun Sumba NTT yang asli dulunya menetapkan motif buaya dan kura-kura sebagai motif spesial untuk raja. Buaya menjadi simbol dari seorang raja, sedangkan kura-kura menjadi simbol dari istri raja.

Sementara Raja perempuan atau ratu biasanya memakai motif Patola saja, yakni motif kain tenun berbunga-bunga.

Selain itu, tenun Sumba yang terkenal juga terdapat motif manusia menari. Sebenarnya, motif tersebut menggambarkan manusia telanjang.

Apa sih Maknanya?

Filosofinya, di hadapan Tuhan itu tidak ada perilaku dan pikiran manusia yang tersembunyi. Makanya motif manusia itu menjadi simbol dari Marapu, yang bernama Anatau.

Tenun Sumba yang Terkenal di Negeri Kincir Angin

Tropenmuseum yang terletak di kota Amsterdam Belanda menyimpan koleksi tenun Sumba yang merupakan donasi tahun 1994. Kain tersebut bermotif burung Kakaktua. Dilihat dari motifnya, sepertinya kain tersebut berasal dari daerah Kanatang, Sumba Timur.

Selain itu, ada pula koleksi tenun Sumba bermotif anatau dengan pataduka patola ratu. Kain yang dibeli pada tahun 1912 tersebut sepertinya berasal dari kecamatan Kambera, Sumba Timur.

Di ajang pameran dan peragaan busana, ternyata kain tenun Sumba juga melenggang sampai ke benua Eropa. Upaya positif yang membuat kain etnik Indonesia makin melenggang di berbagai penjuru dunia.

Seperti pada akhir tahun 2018, sebuah Fashion Show megah di kota Den Haag, Belanda berhasil digelar.

Salah satu rancangan busana yang dipamerkan di sana adalah koleksi bertema “The Secret of Sumba” karya Rizki Permatasari. Tentu koleksinya diangkat dari keindahan motif tenun Sumba yang terkenal di Negeri Kincir Angin juga.

“Saya lihat orang-orang luar itu kan mereka sukanya yang santai, praktis dan nyaman. Modelnya juga nggak terlalu berat, jadi saya akan membuatnya menjadi busana kasual,” kata Rizki kepada wartawan saat hendak berangkat ke Belanda.

Sekitar 200 tamu hadir yang terdiri dari para pengamat, pecinta wastra etnik Indonesia, pejabat negara dan warga Indonesia yang tinggal di Belanda. Mereka dengan antusias datang untuk melihat karya 8 desainer yang bertajuk “The Modest Heritage of Indonesia”.

Jadi bangga kan?

—–

Berikut contoh kain tenun Sumba yang di produksi ulang dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) kombinasi motif dari berbagai daerah di Indonesia :