Kain tenun merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai estetika tinggi. Namun, tahukah Anda bahwa dunia pertenunan kita mengenal istilah Tenun Prada? Bagi masyarakat awam, istilah ini mungkin terdengar asing atau bahkan sering tertukar dengan tenun biasa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang sangat kontras, mulai dari tampilan visual, proses pembuatan, hingga cara merawatnya. Baca juga keistimewaan kain prada di sini
Yuk, kita bedah bersama apa saja perbedaan, ciri khas, serta bagaimana cara memperlakukan kedua jenis kain indah ini!
Perbedaan paling mencolok antara tenun prada dan tenun biasa terletak pada ornamen permukaannya.
Dari segi fungsi tradisional, masyarakat zaman dahulu kerap memesan tenun prada khusus untuk pakaian bangsawan atau busana sakral keagamaan karena tampilannya yang megah. Sebaliknya, masyarakat menggunakan tenun biasa untuk pakaian sehari-hari atau upacara adat yang lebih kasual.
Bagaimana cara Anda mengenali tenun prada dalam sekali lihat? Berikut adalah ciri khas utama yang membuatnya begitu eksklusif:
Lapisan emas pada kain prada menuntut perhatian ekstra. Salah dalam mencuci atau menyimpan bisa membuat lapisan emasnya mengelupas atau pudar. Terapkan langkah-langkah berikut untuk menjaga keindahannya:
Jangan pernah memasukkan kain prada ke dalam mesin cuci. Anda cukup mencucinya secara manual menggunakan tangan (handwash). Gunakan sabun khusus lerak atau sampo bayi yang lembut. Hindari detergen bubuk karena zat kimianya yang keras bisa merusak lapisan emas.
Saat membersihkan kain, Anda cukup mencelup-celupkannya ke dalam air sabun. Jangan mengucek bagian yang memiliki lapisan prada secara agresif. Untuk mengeringkannya, cukup tekan-tekan lembut kain dengan handuk kering, lalu jemur di tempat yang teduh dan berangin. Hindari paparan sinar matahari langsung.
Suhu panas yang ekstrem dari setrika bisa melelehkan atau merusak lem prada. Solusinya, balik kain terlebih dahulu dan setrika bagian dalamnya dengan suhu rendah. Jika Anda harus menyetrika bagian luar, lapisi permukaan prada menggunakan selembar kain katun tipis sebagai pelindung.
Alih-alih melipatnya hingga menciptakan garis tekukan tajam, sebaiknya Anda menyimpan tenun prada dengan cara menggantungnya menggunakan gantungan baju berbusa. Anda juga bisa menggulungnya rapi menggunakan pipa kertas (paper tube), lalu membungkusnya dengan kain bersih agar terhindar dari debu dan kelembapan.