Mengenal Kain Tenun Baron Sulam Bulu

Di Jepara selain terkenal dengan industri furnitur juga dikenal dengan kain tenunnya, salah satunya yaitu kain tenun baron sulam bulu.

Mungkin sedikit asing dengan penamaan kain tenun tersebut, karena memang tidak setiap pelanggan/orang tau akan jenis tenun ini. Yang lebih familiar/terkernal kain tenun yang ada di desa troso jepara ada 2 jenis. Kedua jenis tenun ikat tersebut adalah tenun ikat pakan dan tenun ikat lungsi https://www.tokotenun.com/jenis-jenis/kain-tenun/tenun-ikat-lungsi/.

Berbeda dengan kedua tenun ikat tersebut, jenis tenun ini tidak melalui proses yang sama. Melainkan dengan tehnik yang berbeda namun proses produksinya tetap manual yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin.

Yuk kita mengenal lebih jauh tetang tenun baron sulam bulu, sebagai berikut :

Menggunakan Kartu Sebagai Cetakan Motifnya

Jika kain tenun ikat proses mempola motifnya dengan menggunakan coretan dan pengikatan, maka berbeda dengan jenis tenun yang satu ini. Proses pembuatannya cukup sederhana dengan langsung menggunakan benang yang sudah berwarna lalu melalui tahap menenun. Lalu bagaimana dengan motifnya? jika hanya benang lalu proses menenun maka akan terlihat polos tanpa motif. Nah, untuk membuat pola motifnya dengan cara ditenun menggunakan alat tenun bulan mesin (ATBM) dengan tambahan cetakan kartu dari kertas tebal dan sudah dilubangi. Ini berfungsi agar benang tersebut mengkasilkan kain tenun dengan pola motif yang sesuai.

Terdapat Songket Bulu

Yang menarik dari tenun ini adalah terdapat songket bulu pada kain tenunnya. Apakah prosesnya juga menggunakan alat tenun bukan mesin? lalu bagaimana cara mengoperasikannya? Bagi orang awam yang melihat uniknya tenun yang satu ini memang banyak sekali pertanyaan. Kali ini minin akan jawab satu per satu dari pertanyaan tersebut. Sulaman bulu pada kain tenun tersebut dihasilkan dari proses manual ATBM dengan menggunakan 2 atau 3 sekoci sesuai kebutuhan. sekoci pertama untuk dasar kain tenunnya dan sekoci yang kedua maupun yang ketiga untuk sulaman bulunya. Banyaknya sekoci tergantung dengan banyaknya jumlah warna bulu pada kain tenun tersebut. Jadi bulu pada kain tenun ini tidak melalui proses penyulaman secara manual ya. kamu bisa melihat proses produksinya di youtube https://www.youtube.com/watch?v=37F-q7MLmgc