Kain tenun Nusa Tenggara Barat (NTT) secara adat mempunyai banyak fungsi penggunaan di masyarakat. Di tiap daerah NTT, mungkin ada kain ikat yang bernilai tinggi dan mempunyai fungsi khusus bagi suku tertentu. Namun secara umum, ada beberapa fungsi yang hampir ditemua pada semua daerah di NTT.

Fungsi kain tenun NTT

Fungsi Kain Tenun NTT Secara Umum

Secara umum fungsi kain tenun NTT adalah sebagai berikut :

  • Sebagai pakaian harian untuk melindungi badan. Fungsi ini adalah yang paling mendasar dan banyak digunakan masyarakat dari semua lapisan sosial. Laki laki mengenakan kain hinggi dan warga perempuan mengenakan sarung yang disebut lawu.
  • Sebagai pakaian dalam acara tari dan upacara adat. Dalam acara tertentu yang melibatkan tari tarian dan upacara ritual khusus, kain tenun selalu digunakan sebagai pakaian yang dikenakan. Pakaian adat yang dikenakan untuk busana tari dan upacara adat tentu berbeda dengan kain yang dipakai sehari hari.
  • Sebagai mahar perkawinan atau “belis”. Kain tenun biasanya digunakan sebagai salah satu seserahan dalam acara perkawinan. Pemberian pihak laki laki berupa kain adat yang bernilai tinggi merupakan budaya tradisional yang berlaku hampir di semua daerah NTT.
  • Sebagai pemberian dalam acara kematian. Memberi kain tenun merupakan wujud duka cita saat hadir dalam acara kematian. Dalam adat kematian di NTT, jika seorang anggota keluarga wafat, maka keluarga biasanya datang dengan membawa selembar kain (hinggi) bila yang meninggal laki-laki dan sarung (lawu) bila yang meninggal seorang perempuan. Kain atau sarung tersebut digunakan sebagai pembungkus jasad anggota keluarga yang telah meninggal.
  • Sebagai pertanda status sosial. Kain tenun yang bernilai tinggi secara ekonomis dan kedudukan adat merupakan pertanda status sosial bagi pemiliknya.
  • Sebagai alat untuk membayar denda. Bila ada kesalahan adat yang dilakukan anggota suku, biasanya ada hukuman berupa penyerahan kain tenun. Tujuan dari pembayaran denda tersebut adalah untuk mengembalikan keseimbangan sosial yang telah tercipta di tengah masyarakat.
  • Sebagai alat barter atau transaksi. Kain tenun di NTT sering pula digunakan sebagai alat transaksi atau membeli sesuatu barang.
  • Sebagai media penggambaran cerita mengenai mitos melalui motif kain. Motif dan corak kain tenun tidak jarang merupakan penggambaran dari cerita yang turun temurun dipercaya masyarakat setempat. Misalnya motif kuda bersayap yang secara nyata tidak terlihat namun ada dalam cerita turun temurun.
  • Sebagai hadiah tanda penghargaan untuk tamu. Tamu istimewa yang berkunjung biasanya diberi hadiah berupa kain tenun ikat sebagai wujud sambutan baik.

Kain Adat yang Bernilai Tinggi

Fungsi kain tenun secara adat ternyata cukup banyak ya. Karena itu, kain tenun menjadi barang yang bernilai tinggi bagi masyarakat di penjuru Nusa tenggara Timur dalam strata sosial apapun.

Keberadaan kain adat mempunyai nilai yang tidak hanya dari segi ekonomi namun juga segi adat yang sakral. Dengan berbagai fungsi di atas, pernahkah kamu bayangkan bagaimana masyarakat adat di NTT memperlakukan kain tenun ikat?

Fungsi kain tenun NTT Sumba Rote Ndao Sabu Kupang

Baca Juga : Fungsi Kain Tenun Toraja


Kain Tenun Ikat untuk Anda

Tokotenun.com jual kain tenun ikat yang ditenun dengan alat tenun bukan mesin. Asli alat tenun manual dengan berbagai corak dan ukuran kain. Fungsi kain tenun berikut antara lain untuk bahan baju, untuk hadiah, hiasan interior rumah maupun dikenakan langsung tanpa dijahit. Ini kain tenun pilihan kami untuk Anda :