5 Cara Mudah Membedakan Tenun Printing dan Bordir Secara Kasat Mata

Perbedaan tenun printing dan tenun bordir seringkali menjadi pertanyaan utama bagi para pencinta fashion etnik yang ingin mendapatkan kualitas terbaik. Di pasar tekstil, kedua jenis kain ini mendominasi pilihan busana karena harganya yang lebih bersaing daripada tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Namun, banyak konsumen terjebak dan sulit membedakan keduanya hanya dari foto atau tampilan sekilas. Adapun perbedaan tenun ikat lungsi dan ikat pakan pada artikel berikut ini.

Agar Anda mendapatkan produk yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan, Anda perlu memahami karakteristik fisik masing-masing kain. Simak lima cara praktis membedakan kain motif tenun hasil cetak (printing) dan hasil sulaman mesin (bordir) berikut ini.

1. Perhatikan Tekstur Permukaan Motif

Cara paling sederhana adalah dengan meraba permukaan kain. Tenun bordir memiliki motif yang terbentuk dari jahitan benang di atas kain dasar. Hal ini menciptakan tekstur yang menonjol atau timbul saat Anda menyentuhnya. Sebaliknya, tenun printing menggunakan tinta yang meresap ke dalam serat kain. Permukaannya cenderung rata, halus, dan tidak memiliki gundukan benang sama sekali.

2. Lihat Bagian Belakang Kain

Balikkan kain dan perhatikan sisi dalamnya. Pada tenun bordir, Anda akan melihat sisa-sisa benang atau jahitan yang mengikuti pola motif di bagian depan. Terkadang, pengrajin melapisi bagian belakang ini dengan kain tipis (furing) untuk menutupi kasar jahitan. Sementara itu, bagian belakang tenun printing biasanya terlihat polos atau hanya menampakkan bayangan motif yang tembus dari sisi depan tanpa ada tambahan benang.

3. Amati Kerapian Detail Motif

Teknologi cetak digital pada tenun printing memungkinkan detail yang sangat rumit dan presisi dengan gradasi warna yang halus. Namun, tampilannya seringkali terlihat “datar”. Di sisi lain, tenun bordir menunjukkan kesan mewah melalui kerapatan benang. Jika Anda melihat lebih dekat, garis motif bordir mungkin sedikit lebih tebal dan kaku, namun memberikan dimensi visual yang lebih hidup.

4. Uji Berat dan Ketebalan Kain

Secara umum, kain dengan teknik bordir terasa lebih berat karena adanya tambahan massa dari benang sulam. Kain dasar yang memikul beban bordiran biasanya juga lebih tebal agar tidak mudah mengkerut. Tenun printing terasa jauh lebih ringan dan jatuh (flowy), sehingga sangat cocok untuk pakaian harian yang santai.

5. Periksa Saturasi Warna

Tenun printing seringkali memiliki warna yang sangat tajam dan mencolok karena penggunaan tinta kimia. Namun, warna ini hanya berada di permukaan. Jika Anda meregangkan kain, warna mungkin terlihat sedikit memudar atau menampakkan serat kain asli di bawahnya. Tenun bordir mempertahankan warna melalui warna benang itu sendiri, sehingga warnanya tetap solid meski kain Anda tarik.

Keunggulan Masing-Masing Jenis

Setiap jenis kain memiliki kegunaan yang berbeda tergantung pada kebutuhan dan anggaran Anda:

  • Keunggulan Tenun Printing:
    • Harga Terjangkau: Proses produksi massal membuat harganya jauh lebih ekonomis.
    • Perawatan Mudah: Anda bisa mencucinya dengan mesin cuci tanpa khawatir benang tersangkut.
    • Nyaman dan Ringan: Cocok untuk cuaca tropis karena kain tetap tipis dan sirkulasi udara lancar.
  • Keunggulan Tenun Bordir:
    • Kesan Mewah: Tekstur timbul memberikan tampilan yang lebih eksklusif dan formal.
    • Tahan Lama: Motif bordir tidak akan luntur karena bukan merupakan hasil pewarnaan permukaan.
    • Struktur Kokoh: Sangat bagus untuk bahan jas, blazer, atau pakaian pesta yang membutuhkan bentuk tegas.

Dengan memahami perbedaan ini, Anda kini bisa menentukan pilihan dengan lebih percaya diri. Apakah Anda mengutamakan kenyamanan harian dengan tenun printing, atau memilih kemewahan tekstur dari tenun bordir untuk acara spesial?