Ragam wastra Indonesia terdiri dari batik, kain tenun, sampai songket. Perbedaan batik dengan tenun sudah banyak kita ketahui. Namun, tahukah Anda apa perbedaan kain tenun ikat dan songket?
Inilah Perbedaan Kain Tenun Ikat dan Songket
Cara membedakan kain tenun dan songket ternyata mudah. Berikut kami jelaskan perbedaan tenun dan songket secara singkat :
1. Teknik Pembuatan
Pada kerajinan tenun ikat, teknik pembuatan kain tenun menggunakan pola pada benang-benang yang berlanjut dengan mengikat dan mewarnai benang sebelum proses menenun. Sedangkan pada kerajinan songket, penenun menyelipkan benang satu per satu untuk mendapatkan hiasan motif pada permukaan kain.
2. Alat yang Menjadi Perbedaan Kain Tenun Ikat dan Songket
Proses pembuatan kain songket masih pakai alat tradisional dari kayu. Penggunaan alatnya saat pengerjaan adalah dalam posisi duduk. Teknik membuat songket juga masih manual semua. Misalnya, ketika memasukan benang ke pakan melewati lungsin, maka pengrajin menggunakan jari tangan satu per satu benang.
Sementara dalam pembuatan kain tenun sudah bisa memakai alat menenun yang lebih modern. Hal ini dapat terlihat dari penganyaman benang yang menggunakan bantuan dari alat mekanis dengan gerakan kaki dan tangan secara bersamaan.
3. Motif Kain
Perbedaan pada motif kain bisa menjadi salah satu cara termudah bagi orang awam. Untuk mengenali mana yang kain songket dan mana yang kain tenun kita dapat melihat motifnya. Motif pada kain tenun dapat dilihat pada dua sisi kain sekaligus, sedangkan motif kain songket hanya terlihat pada satu sisi saja. Selain itu, motif pada kain tenun terasa halus saat kita sentuh karena motifnya merupakan hasil pewarnaan. Sementara pada kain songket, permukaan motifnya terasa saat kita sentuh karena motifnya merupakan hasil anyaman berbagai benang beda warna yang tentu menjadikan motifnya bertekstur.
4. Bahan Baku
Pada kain songket, benang merupakan bahan baku utama untuk membuat kain. Biasanya, benang yang menjadi bahan lebih bervariasi. Bahkan, seringkali mengkombinasikan beberapa jenis benang, seperti benang katun, benang perak, sampai benang emas. Sementara itu, kain tenun biasanya hanya menggunakan satu benang saja. Benang kapas atau sutera dipintal dan diikat untuk membuat motif. Pewarnaan dengan mencelupkan ke zat pewarna merupakan teknik membuat motif pada proses tenun ikat.
6. Durasi Pengerjaan Jadi Perbedaan Kain Tenun Ikat dan Songket
Perbedaan alat untuk membuat kedua wastra tersebut berdampak pada lama waktu pengerjaannya. Umumnya, durasi proses pembuatan kain songket cenderung lebih lama daripada kain tenun. Selain karena perbedaan alat pembuatannya, ragam corak juga menjadi salahsatu faktor yang membuat kain songket memerlukan waktu seminggu, bahkan berbulan-bulan agar menjadi kain siap pakai.
7. Harga Jual
Karena perbedaan waktu pengerjaan yang lebih lama, harga kain songket umumnya juga lebih mahal bila kita bandingkan dengan tenun ikat. Sehelai kain songket biasanya mempunyai harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sedangkan kain tenun ikat mempunya harga mulai dari puluhan ribu saja, tergantung ukuran dan jenis benang yang menjadi bahan baku.
Itulah perbedaan antara kain tenun ikat dan songket. Semoga menambah pengetahuan kita dan menjadikan kita makin cinta dengan keindahan wastra Indonesia.




