Proses menghani benang adalah proses awal memproduksi kain tenun. Produksi kain tenun tidaklah mudah, karena membutuhkan proses yang cukup panjang. Untuk menikmati 1 lembar kain tenunnya perlu banyak tenaga dan semangat oleh para pengrajin kami. Di toko tenun jual kain tenun hasil produksi para pengrajin yang ada di desa troso hingga daerah dari luar jawa.
Warisan dari nenek moyang secara turun temurun telah dijalankan masyarakat troso jepara untuk selalu memproduksi kain tenun ikat. Setiap tahpan proses perlu perhitungan yang matang, contohnya saja menghani. Tidak hanya menggulung benang saja, namun proses menghani juga membutuhkan perhitungan yang pas agar menjadi kain tenun yang indah.
Nah, kira-kira apa saja yang perlu perhatian dalam proses menghani?
Menghitung Kebutuhan Kain Tenun
Dalam proses menghani perlu perhitungan khusus agar menghasilkan kain yang cukup. Karena banyaknya menggulung benang (menghani) pada plangkan ini sesuai dengan ke kebutuhan kain tenun yang ingin dihasilkan. Contoh saja dalam sekali proses membutuhkan 50 potong kain tenun, maka dalam proses ini menggulung benang pada plangkan juga sebanyak 50 kali putaran.
Dalam membuat kain tenun juga perlu perhitungan, tidak hanya sekedar memproduksi sebanyak-banyaknya. Nah ini yang perlu perhatian khusus agar motifnya juga sesuai dengan gambar. Langka awal ini akan mempengaruhi proses-proses setalahnya, jadi tidak boleh sampai salah perhitungan.
Mengatur Jarak Benang
Setelah proses menghitung kebutuhan kain, perhatian lainnya adalah mengatur jarak benangnya. Jadi pada plangkan akan terdapat batas agar saat menghani tidak melewati bapat yang sudah ada. Mengatur jarak benang ini agar hasil motif yang akan produksi sesuai dengan kebutuhan dan sekaligus ukurannya.
Plangkan adalah tempat menggulung benang yang terbuat dari kayu dan sudah ada ukuran sesuai kebutuhan kain tenun. Salah satu alat yang wajib ada saat proses membuat kain tenun dan ini tidak boleh terlewatkan, karena hampir 50% proses produksi menggunakan alat plangkan ini.
Pemilihan Benang Yang Bagus
Selain 2 teknis di atas, hal yang membutuhkan perhatian yaitu memilih benang yang bagus. Ini sangat vital karena saat memproduksi kain tenun membutuhkan benang yang bagus dan kuat. Benang yang bagus akan menghasilkan kain tenun yang bagus juga serta saat proses produksinya tidak mengalami kendala. Kendala apa saja sih jika benangnya tidak bagus?
Gampang putus
Hal yang paling banyak terjadi yaitu benang putus saat proses produksi, ini yang akan membuat motif pada kain tenunnya tidak maksimal. Selain itu juga akan mengganggu prosesnya seperti menghambat proses produksinya jadi lebih lama. Karena harus mencari benang yang putus dan menyambungkannya lagi.
Berbulu Halus Pada Kain Tenunnya
Hasil lain saat menggunakan benang yang tidak bagus adalah pada kain tenunnya yang berbulu. Ini akan membuat kain tenunnya terlihat seperti lama atau kusam.
Nah, itulah dia hal-hal yang memerlukan perhatian khusus saat memproduksi kain tenun.




