Tahapan proses selanjutnya setelah mencetak motif dan mengikat yaitu proses pewarnaan kain tenun. Mewarnai kain tenun sendiri tidak hanya langsung pencelupan pada tinta atau pewarna yang sudah ada, melainkan ada tahapan-tahapan dalam prosedurnya. Di jepara sendiri memproduksi kain tenun masih menggunakan cara yang manual, seperti halnya mewarnai kain tenun itu sendiri.
Menggunakan alat seadanya seperti ember dan air saja, sekaligus prosesnya juga manual dengan pencelupan tanpa mesin. Di tokotenun selain jual kain tenun juga bisa melihat proses produksi tenun itu sendiri.
Apa sajakah yang perlu diperhatikan saat proses pewarnaan?
Menggunakan APD Khusus
Karena proses pewarnaannya manual dan menggunakan zat kimia sebagai bahan baku warna maka hal utama yang perlu di perhatikan yaitu menggunakan APD Khusus agar aman dari bahaya zat-zat yang terkandung di dalam pewarnanya.
Penggunaan masker sebagai pelindung uap zat kimia yang bisa menimbulkan penyakit paru-paru, sarung tangan karet agar tangan tidak melepuh serta sepatu agar kaki aman.
Dalam proses pewarnaan kain tenun tidak boleh dengan sengaja melakukan aktivitas ini tanpa APD (alat pelindung diri) karena efek sampingnya sangat berbahaya untuk kesehatan pada jangka panjang.
Merendam Dengan Obat Khusus
Sebelum proses pewarnaan utama pada benang tenun, makaa tahapan sebelumnya yaitu merendam benang dengan obat khusus. Ini berfungsi agar benang yang akan melalui proses pewarnaan bisa meresap dengan sempurna. Maka kain tenun yang dihasilkan juga akan rata maksimal tidak belang.
Merendam dengan cairan garam ini tidaklah lama, hanya sekitar 30 menit – 1 jam sebelum melakukan pewarnaan utama.
Proses Pewarnaan
Setelah proses perendaman dengan cairan garam, selanjutnya tahap utama yaitu proses pewarnaan. Proses ini pengerjaannya manual dengan cara perendaman pada zat kimia pewarna.
Untuk proses pewarnaan kita bagi menjadi 2, yaitu menggunakan air panas dan menggunakan air dingin. Ini karena zat pada pewarna berbeda-beda, jadi harus mengenali pewarna apa dan bagaimana cara penggunaannya. Jika ini salah maka benang tidak akan menghasilkan warna sesuai yang diinginkan.
Di desa troso sendiri menggunakan bahan pewarna kimia untuk pewarnaan, namun kami juga menggunakan bahan pewarna alami sesuai permintaan. Pewarna alam yang pernah kami produksi yaitu biru indigo, coklat kulit kayu mahoni dan merah kecoklatan ketapang
Itulah proses pewarnaan kain tenun dengan tahapan-tahapannya, dan apa-apa yang perlu di perhatikan.




